TRANSISTOR

 KELOMPOK 1

NAMA:

YAEN
AYU ANDIRA
MUH ARDAN RAMADHAN A
MUH DAFFA MAULANA
AHMAD FAZL
MUH MUQFIRLY
STEVI GILBERT
MUH ARIF HIDAYAH
MUHAMMAD AKBAR
ZULKARNAIM
MUH FADIL

KATA PENGANTAR

    

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. karena izin dan petunjuk-Nya kami dapat menyelesaikan tugas blogger dengan judul“TRANSISTOR”.

Kami yakin akan lebih banyak menemukan kesulitan dan hambatan dalam menyelesaikan blogger ini tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, meskipun kelompok kami telah berupaya semaksimal mungkin.

Kami menyadari masih banyaknya kekurangan dalam menyusun makalah ini,untuk itu kami dengan segala kerendahan hati menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun dan bermanfaat untuk kesempurnaan tugas blogger ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Transistor

Transistor adalah komponen yang kerap ada pada berbagai rangkaian elektronik, baik yang sederhana ataupun yang kompleks. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuatnya yakni silicon, gallium, arsenide, dan germanium.

Guna memperdalam wawasan keilmuan anda mengenai perangkat yang satu ini, silahkan anda simak dengan baik ulasan materi yang mengupas apa itu transistor secara padat dan jelas.

PENGERTIAN TRANSISTOR

Transistor

Pengertian Transistor adalah perangkat semikonduktor yang biasa digunakan pada amplifier atau sakelar dan dikontrol secara elektrik. Transistor merupakan material dasar yang mengatur pengoperasian sebuah komputer, laptop. ponsel, dan semua alat elektronik modern lainnya.

Transistor adalah salah satu komponen elektronika dengan berbagai kegunaan, diantaranya sebagai penguat, sirkuit pemutus, menstabilkan tegangan, memodulasi sebuah sinyal, sebagai penyambung, dan masih banyak fungsi yang lainnya.

Berdasarkan sifatnya, transistor termasuk dalam peralatan yang bersifat semikonduktor. Sehingga alat ini mampu mengalirkan arus listrik dengan akurat.

Jika dilihat dari strukturnya, sebenarnya transistor merupakan penggabungan 2 buah diode yang disambungkan. Sedangkan lapisan penyusunnya ada 3 bagian, diantaranya terminal emitor, terminal base, dan terminal kolektor.

Simbol Transistor


Simbol Transistor


Dari simbol Transistor di atas dapat dilihat bahwa perangkat elektronika yang satu ini terdiri dari dua buah dioda PN yang saling terhubung. Perangkat ini memiliki tiga buah kaki atau sering disebut dengan terminal, yaitu emitor, basis dan kolektor.

Penggunaan perangkat ini memungkinkan user untuk mengontrol aliran arus listrik melalui satu saluran dengan memvariasikan intensitas arus yang jauh lebih kecil yang mengalir melalui saluran lainnya.

Pada transistor NPN, tegangan positif diberikan ke terminal kolektor untuk menghasilkan aliran arus dari kolektor ke emitor. Dalam transistor PNP, tegangan positif diberikan ke terminal emitor untuk menghasilkan aliran arus dari emitor ke kolektor.

Transistor dibagi menjadi dua kategori utama yaitu transistor bipolar (BJT) dan transistor efek medan (FET). Penjelasannya akan kami ulas pada artikel ini.

Fungsi Transistor


Fungsi transistor yang utama adalah sebagai saklar elektronik yang mengendalikan Motor DC dan juga penguat arus listrik pada rangkaian elektronika. Sedangkan fungsi tiga kaki pada transistor diantaranya sebagai berikut.

Basis berfungsi mengatur gerakan elektron dari emitor yang keluar dari tep/kaki kolektor, Emitor bertugas untuk menimbulkan aliran elektron dan Kolektor berfungsi untuk menyalurkan elektron-elektron tersebut keluar dari transistor.

Adapun detail dari fungsi transistor akan kami ulas pada point point dibawah ini :

• Penguat Arus Listrik
Salah satu fungsi transistor yaitu untuk menguatkan arus listrik yang masuk pada sebuah rangkaian elektronika. Dengan demikian, transistor bisa dimanfaatkan sebagai sebuah rangkaian power supply.

Dengan menggunakan tegangan yang telah diatur sedemikian rupa transistor bisa dimanfaatkan, maka arus perlu dibiaskan dengan tegangan yang konstan.

• Saklar Elektronik
Transistor adalah salah satu alat yang bisa digunakan sebagai sebuah saklar. Kinerja transistor sebagai saklar yakni dengan mengatur bias hingga jenuh, sehingga diperoleh hubungan yang singkat antara emitor dengan kaki konektor.

• Penguat Sinyal Ponsel
Penggunaan transistor pada sebuah smartphone memiliki fungsi utama yakni sebagai penguat sinyal yang ditangkap oleh sebuah perangkat seluler. Selain itu, transistor juga menyimpan data dan arus listrik pada rangkaian listrik sebuah smartphone.

Jenis Transistor


a. Transistor Bipolar (BJT)


Transistor Bipolar yaitu salah satu transistor yang memiliki struktur dan prinsip kerja tertentu, yakni membutuhkan perpindahan muatan pembawanya yang mana merupakan elektron pada kutub negatif guna mengisi kekurangan pada elektron yang ada pada kutub positif. Jenis transistor yang satu ini sering disebut sebagai BJT, yaitu Bipolar Junction Transistor.

Transistor BJT juga dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu:

• Transistor NPN

Arus listrik yang dimiliki transistor npn tergolong kecil. Sedangkan tegangan positif yang ada pada terminal dasar yang digunakan sebagai pengendali tegangan dan arus listrik yang bersumber dari kolektor menuju emitor justru lebih besar.

• Transistor PNP

Transistor pnp memakai arus listrik yang kecil. Sedangkan pada tegangan negatif yang ada di terminal dasar digunakan untuk mengontrol tegangan dan aliran listrik dari emitor menuju kolektor lebih besar.


b. Field-Effect Transistor (FET)


Komponen yang satu ini juga disebut sebagai Transistor Efek Medan atau Unipolar. Jenis transistor ini memanfaatkan aliran listrik untuk mengontrol tingkat konduktifitas. Dalam hal ini, medan listrik yang dimaksud yakni tegangan listrik di terminal G, yang mana berperan sebagai pengontrol tegangan dan aliran listrik dari terminal D menuju terminal S.

c. Single Electron Transistor


Single Electron Transistor (Transistor Elektron Tunggal) adalah transistor yang dapat merekam sinyal dengan satu atau sejumlah kecil elektron.

Dengan perkembangan teknologi etsa semikonduktor, integrasi sirkuit terpadu skala besar menjadi lebih tinggi dan lebih tinggi lagi dari nilai sebelumnya.

d. Insulated Gate Bipolar Transistor (IGBT)


Insulated Gate Bipolar Transistor (Transistor Bipolar Gerbang Terisolasi) merupakan transistor dengan keunggulan penggabungan teknologi Giant Transistor-GTR dan Power MOSFET.

Insulated Gate Bipolar Transistor Ini memiliki karakter yang flexibel untuk digunakan di berbagai aplikasi. IGBT juga mempunyai perangkat tiga terminal yakni gerbang, kolektor dan emitor.

e. Giant Transistor (GTR)


Giant transistor atau GTR adalah transistor sambungan bipolar (BJT) khusus untuk tegangan tinggi dan arus tinggi. Perangkat ini seringkali disebut dengan BJT daya. Transistor ini memiliki karakteristik switching yang baik, daya penggerak yang tinggi, tetapi sirkuit penggeraknya rumit.

Klasifikasi Transistor


• Berdasarkan Material
Mengacu pada bahan semikonduktor yang digunakan dalam transistor, transistor dibagi menjadi transistor silikon dan transistor germanium. Menurut polaritas transistor, transistor dapat dibagi menjadi transistor NPN germanium, transistor PNP germanium, transistor NPN silikon dan transistor PNP silikon.

• Berdasarkan Teknologi
Menurut struktur dan proses fabrikasinya, transistor dapat dibagi menjadi transistor difusif, transistor paduan, dan transistor planar.

• Berdasarkan Kapasitas
Menurut kapasitas saat ini, transistor dapat dibagi menjadi transistor daya rendah, transistor daya sedang dan transistor daya tinggi.

• Berdasarkan Frekuensi Operasi
Menurut frekuensi operasi, transistor dapat dibagi menjadi transistor frekuensi rendah, transistor frekuensi tinggi dan transistor frekuensi ultra-tinggi.

• Berdasarkan Struktur Pengemasan
Menurut struktur pengemasan, transistor dapat dibagi menjadi transistor pengemasan logam, transistor pengemasan plastik, transistor pengemasan cangkang kaca, transistor pengemasan permukaan dan transistor pengemasan keramik, dll.

• Berdasarkan Kegunaan
Berdasarkan fungsi dan kegunaannya, transistor dapat dibedakan menjadi transistor penguat derau rendah, transistor penguat frekuensi menengah-tinggi, transistor switching, transistor Darlington.

Cara kerja transistor

1. Pada transistor Bipolar

Pada transistor BJT cara kerjanya adalah : 

• ouput yang mengalir dari Emitor ke Kolektor ditentukan oleh besarnya arus yang mengalir ke basis. Pada datasheet biasanya sudah tertera berapa arus minimal pada basis untuk membuat Emitor dan Kolektor berfungsi seperti saklar tertutup.

Untuk lebih detail lagi prinsip kerja dari transistor BJT adalah berdasarkan konsep dari bias maju dan bias mundur pada dioda. Seperti terlihat pada gambar kedua sisi dari transistor adalah N dimana akan selalu mengalami bias mundur jika dialiri sumber. Untuk itu kita perlu trigger (pemicu) untuk membuat elektron dapat bergerak dan pemicu itu adalah bias maju. Jadi pada sisi P dihubungkan sisi positif sumber sehingga terciptalah bias maju dan membuat elektron bergerak.

Ketika elektron sudah bergerak maka itu akan men-trigger (memicu) untuk semua elektron dapat bergerak sehingga sisa elektron akan bergerak ke arah sumber yang lain.

2. Pada transistor Efek Medan

Seperti namanya pada transistor ini cara kerjanya menggunakan prinsip gaya tarik medan magnet. Jadi ketika Ketika G (Gate) mempunyai sebuah tegangan maka akan timbul medan magnet seperti pada gambar di bawah.
Ketika tercipta sebuah medan magnet maka itu akan menjadi trigger untuk elektron dapat bergerak dari kutup negatif (-) ke positif (+). Tegangan minimal Gate (G) untuk bisa membuat Source (S) dan Drain (D) berfungsi seperti saklar tertutup disebut dengan tegangan threshold atau tegangan ambang. 

Karakteristik Transistor


Pada dasarnya transistor mempunyai tiga daerah kerja yang merupakan karakteristiknya yaitu :

• Daerah Potong (cutoff):
Daerah cutoff atau potong adalah ketika transistor (daerah Emitor-Kolektor) tidak mengalirkan arus karena pada daerah basis tidak diberi arus. Akibatnya, tidak terjadi pergerakan elektron, sehingga transistor berfungsi sebagai saklar terbuka.

• Daerah Saturasi
Daerah saturasi adalah suatu keadaan dimana arus kolektor (IC) mencapai nilai maksimum. Ketika transistor dalam keadaan saturasi (jenuh) maka transistor berfungsi sebagai saklar tertutup.

• Daerah Aktif
Daerah kerja aktif adalah daerah kerja transistor yang "normal", dimana ketika arus Kolektor (IC) konstan terhadap berapapun nilai VCE.

• Daerah Breakdown
Deerah breakdown merupakan daerah yang tidak boleh terjadi pada transistor karena dapat menyebabkan kerusakan. Kondisi ini terjadi ketika tegangan pada VCE transistor melebihi batas sesuai datasheet. 

Cara Mengukur Transistor


Kita dapat mengukur atau memeriksa apakah transistor masih berfungsi dengan menggunakan multimeter. Untuk menguji apakah transistor dalam keadaan baik kita tinggal mengukur tahanan pada kaki Basis(B)-Emitor(E) dan kaki Kolektor(C) - Basis (B). Disini kami menggunakan Multimeter analog maka :

Cara Mengukur Transistor PNP dan NPN
1. Atur Posisi Saklar pada Posisi OHM (Ω) x1k.
2  Hubungkan probe warna Merah pada kaki Basis (B) dan probe Hitam pada kaki Emitor (E), Jika jarum bergerak ke kanan menunjukan nilai tertentu, berarti terdapat resistansi pada resistor yang menandakan bahwa resistor masih berfungsi.
3. Kemudian hubungkan Probe Hitam pada kaki Kolektor (C), jika jarum bergerak ke kanan menunjukan nilai resistansi, berarti transistor masih berfungsi.

Akhir Kata

Mungkin hanya itu saja penjelasan yang dapat saya berikan untuk Anda tentang apa itu transistor secara lengkap beserta jenisnya. Semoga dengan adanya blog ini dapat membantu dan menambah pengetahuan Anda dalam bidang elektronika.

Komentar